Mengenal Hutan Lumut


Indonesia dikenal dengan kekayaan akan sumber daya alam dan hutannya. Ada banyak jenis-jenis hutan yang ada, salah satunya adalah hutan lumut. Pernahkah kamu mendengar hutan lumut? Bagi sebagian orang, jenis hutan ini mungkin masih terdengar asing.

Hutan lumut atau padang lumut (tundra) adalah tumbuhan alami yang berada di puncak suatu pegunungan yang tinggi dengan suhu yang sangat rendah dan akan selalu tertutup oleh kabut. Hutan lumut merupakan komunitas pegunungan tropik yang memiliki struktur berbeda dengan taiga.

Hutan ini menyimpang segudang keanekaragaman. Mau tahu apa saja? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Hutan Lumut

Apa yang dimaksud dengan lumut? Lumut adalah tumbuhan kecil yang belum memiliki akar dan daun sejati. Meskipun demikian, daun lumut tetap dapat berfotosintesis seperti tanaman pada umumnya. Tumbuhan ini biasanya hidup berkoloni dan terdapat lebih dari 4000 spesies lumut di dunia.

Umumnya, lumut bisa tumbuh pada lingkungan dengan kelembaban tinggi. Oleh karena itu, hutan lumut biasanya ditemui di kawasan yang bersuhu rendah. Disebut Hutan Lumut, karena vegetasi di kawasan tersebut didominasi oleh tanaman lumut.

Tumbuhan kecil dan berkoloni ini dapat dijumpai di area pegunungan dengan ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut dengan suhu yang rendah serta memiliki kelembaban yang tinggi. Hutan ini banyak dijumpai di kawasan hutan hujan tropis yang lembab dan juga bioma tundra, karena keduanya memiliki kemiripan.

Ciri-Ciri Hutan Lumut

Terdapat beberapa cii-ciri Hutan Lumut, antara lain :

• Memiliki udara yang sangat lembab dan suhu yang sangat rendah karena terletak terlalu tinggi di atas permukaan air laut

• Hutan Lumut dipenuhi dengan pohon-pohon yang penuh dengan lumut

• Hampir semua kawasan di Hutan Lumut tertutup oleh salju

• Hutan Lumut memiliki jenis tanah permafrost, yaitu tanah yang bagian bawahnya membeku secara permanen

• Terdapat dua musim saja di hutan ini, yaitu musim dingin yang panjang dan gelap serta musim panas yang panjang dan terang

• Terdapat musim dingin yang panjang di Hutan Lumut karena gerak semu matahari hanya sampai di posisi 23,50 LU/LS

• Kecepatan angin di Hutan Lumut juga sangat tinggi sehingga menciptakan komunitas tumbuhan yang seragam, yang disebut tundra alpine

• Air hujan akan tertumpuk di dalam kolam di atas bunga tanah yang dangkal selama musim panas yang pendek.

• Curah hujan tahunan yang sangat sedikit, air tidak dapat menembus permafrost yang terdapat di bawahnya

• Tundra menutupi semua zona di daerah Arktik

• Keanekaragaman biotik rendah, struktur vegetasi sederhana, serta pendek musim pertumbuhan dan reproduksinya

• Kawasan artik di Bumi mencapai 20% permukaan tanah Bumi

• Energi dan nutrisi dalam bentuk bahan organik mati

• Nitrogen tercipta oleh fiksasi biologis dan fosfor yang dibuat oleh curah hujan

Jenis-Jenis Hutan Lumut

Terdapat beberapa jenis Hutan Lumut, antara lain :

1. Arktik Tundra

Jenis Hutan Lumut ini terletak di antara kutub utara dan hutan jenis konifera atau wilayah Taiga. Hal tersebut ditandai dengan suhu yang sangat dingin dan tanah yang tetap membeku sepanjang tahun.

2. Alpine Tundra

Alpine tundra terbentuk di daerah-daerah dingin di ketinggian puncak gunung yang sangat tinggi dimana kondisi iklimnya sama dengan di kutub. Oleh sebab itu, hanya kerak dan lumut yang dapat berkembang di sana. Contoh alpine tundra adalah di pegunungan Andes Amerika Selatan, Pegunungan Himalaya, Alpina, Rocky Mountain, Gunung Akoncagua, dan Gunung Jayawijaya di Papua.

Hutan Lumut jenis ini dapat ditemukan di ketinggian manapun di dunia, termasuk di daerah tropis. Meskipun tanahnya tidak membeku sepanjang tahun seperti di daerah tundra kutub.

Flora dan Fauna di Hutan Lumut

Terdapat beberapa jenis vegetasi atau flora yang ada di Hutan Lumut, antara lain :

• Lumut kerak, lumut Sphagnum, rumput dan tumbuhan pendek lainnya yang biasanya hanya berumur 4 bulan. Contoh tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum, liken, tumbuhan biji.

• Di cekungan yang basah seperti di Greenland terdapat semak salik dan bentula.

• Di tempat yang agak kering ditumbuhi lumut,teki-tekian,ericeceae, dan beberapa tumbuhan yang berdaun agak lebar.

• Di lereng-lereng batu terdapat kerak, lumut, dan alga.

• Pada daerah yang berawa jenis vegetasi yang ada misalnya rumput teki, rumput kapas dan gundukan gambut (hillock tundra).

Menurut Wallwork (1974), terdapat beberapa jenis fauna yang hidup di kawasan Hutan Lumut, antara lain :

• Herbivora mamalia: kelinci dan tupai Arktik

• Hewan pengerat: kelinci salju

• Mamalia karnivora: rubah arktik, serigala, dan beruang kutub

• Burung gagak, burung elang, burung-burung, burung salju, dan berbagai jenis burung camar

• Ikan: flatfish, salmon, dan ikan trout

• Serangga: nyamuk, lalat, ngengat, belalang, blackflies dan arktik menggagap lebah

Demikian informasi seputar Hutan Lumut, selamat membaca. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi kita semua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bioma Taiga | Pengertian, Ciri-Ciri dan Ekosistem

Taman Wisata Alam | Pengertian, Kriteria, dan Manfaat

Mengenal Hutan