Kenali Dampak Buruk Kerusakan Hutan Bagi Kehidupan


Pernahkah kamu berfikir mengapa di Indonesia sering terjadi bencana banjir, angin putting beliung, dan tanah longsor? Mengapa kondisi musim kemarau dan musim penghujan tidak stabil lagi? Lantas, apa yang menjadi penyebab perubahan iklim tersebut?

Salahs atu penyebab dari seluruh pertanyaan tersebut ialah kerusakan hutan yang terus menerus terjadi. Faktanya, 350 juta penduduk dunia bergantung pada keberadaan hutan untuk menjalani kehidupan mereka

Hutan adalah suatu ekosistem kompleks yang berpengaruh pada hampir semua spesies yang hidup di muka bumi. Bukan hanya hewan dan tumbuhan, ratusan juta orang di seluruh dunia mengandalkan sumberdaya hutan untuk bisa bertahan hidup.

Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), hampir 7,3 juta hektar hutan diseluruh dunia hilang setiap tahunnya. Hal tersebut tentu semakin mengancam kehidupan manusia.

Pemicu kegiatan deforestasi hutan antara lain kegiatan industri, terutama industri kayu. Faktor lain yang turut mempengaruhi yaitu adanya alih fungsi kawasan hutan yang dijadikan lahan perkebunan atau bisa dijadikan lahan pemukiman oleh warga.

Jika dibiarkan secara terus menerus, tentu akan menimbulkan dampak buruk yang mengancam keberadaan kawasan hutan. Semakin banyak lahan hutan yang gundul tentu akan memberikan dampak buruk bagi kehidupan bahkan menjadi pemicu terjadinya bencana alam.

Oleh sebab itu, tulisan ini akan mencoba merangkum perihal penyebab-penyebab utama terjadinya kerusakan hutan. Simak penjelasannya di bawah ini.

Penyebab Kerusakan Hutan

Berikut ini dijelaskan beberapa faktor penyebab kerusakan hutan, antara lain :

1. Illegal Logging

Illegal logging merupakan penebangan pohon pada suatu kawasan hutan yang dilakukan secara liar tanpa mempertimbangkan dampak dari kerusakan hutan bagi lingkungan. Penebangan secara ilegal tersebut dapat menurunkan atau mengubah fungsi hutan.

Meskipun Pemerintah telah membuat larangan keras untuk melakukan kegiatan tidak berizin ini, tetapi nyatanya masih banyak oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang  melakukan aktivitas tersebut.

2. Perambahan Hutan

Para petani yang bercocok tanam tahunan bisa menjadi sebuah ancaman bagi kelestarian hutan. Mereka merambah hutan untuk dijadikan lahan baru untuk bercocok tanam. Tak hanya itu, pertumbuhan penduduk yang semakin pesat juga turut berkontribusi terhadap terjadinya perambaan hutan.

Hal tersebut dikarenakan kebutuhan akan lahan untuk kelangsungan hidup masyarakat setempat juga akan semakin meningkat. Oleh sebab itu, hutan menjadi salah satu sasaran yang bisa digunakan demi memenuhi kebutuhan mereka untuk bisa bertahan hidup.

3. Kebakaran Hutan

Umumnya, peristiwa kebakaran hutan terjadi karena faktor kesengajaan manusia. Beberapa oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan sengaja membakar hutan untuk untuk dialihfungsikan menjadi lahan perkebunan, peternakan, pemukiman, dan lainnya.

4. Serangan Hama dan Penyakit

Jumlah populasi hama juga bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya kerusakan hutan. Wabah hama tersebut menyerang hingga menimbulkan kerusakan pada populasi pohon yang terdapat di suatu area hutan.

Dari uraian diatas, tentu kamu sudah tahu bahwa hutan memberikan begitu banyak kontribusi bagi kehidupan makhluk hidup yang ada di sekitarnya, khususnya manusia. Untuk itu, alangkah baiknya jika kita juga turut berupaya dalam menjaga hutan agar tetap terjaga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bioma Taiga | Pengertian, Ciri-Ciri dan Ekosistem

Taman Wisata Alam | Pengertian, Kriteria, dan Manfaat

Mengenal Hutan