Mengenal Hutan Sabana


Sabana merupakan salah satu jenis hutan di Indonesia. Masyarakat umumnya mengetahui sabana (savanna) sebagai sebuah padan rumput, namun sebenarnya hutan sabana juga ditumbuhi beberapa jenis pohon berkayu yang letaknya terpencar-pencar.

Lalu, apa pengertisn hutan sabana dan yang berkaitan dengan itu? Artikel ini akan menjelaskan tentang seluk beluk hutan sabana. Simak penjelasan berikut!

Pengertian Hutan Sabana

Hutan sabana adalah suatu kawasan hutan berupa padang rumput yang ditumbuhi oleh semak atau perdu yang diselingi sebaran beberapa jenis pohon, seperti pohon palem dan akasia. Biasanya padang sabana tumbuh di antara wilayah tropis dan subtropis, atau tumbuh di wilayah yang memiliki curah hujan yang rendah.

Menurut KBBI, hutan sabana adalah area hutan yang berlokasi di kawasan atau daerah gersang dengan jumlah pohon yang sedikit, kebanyakan rumput dan ilalang. Sedangkan pengertian sabana sendiri di KBBI adalah padang rumput yang ada pepohonannya.

Hutan sabana termasuk salah satu jenis hutan yang pengklasifikasinya berdasarkan iklim. Padang sabana mudah ditemukan di daerah Indonesia bagian timur, contohnya Pulau Kenawa di Sumbawa. Sabana merupakan sebuah daratan yang unik, karena iklimnya yang tidak terlalu kering sehingga menjadi padang pasir, dan juga tidak terlalu basah sehingga terbentuk hutan murni. Kondisi curah hujan sekitar 30 mm/tahun akan membentuk hutan sabana secara alami.

Ciri-Ciri Hutan Sabana

Hutan sabana memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan hutan lain, yakni :

1. Berada di wilayah iklim tropis

Hanya berada di wilayah iklim tropis atau wilayah yang dilewati garis khatulistiwa. Sabana tumbuh di wilayah tropis karena pada wilayah ini memiliki curah hujan yang rendah. Dapat dikatakan hutan sabana adalah hutan yang tumbuh di wilayah yang panas daripada di wilayah yang lembap.

2. Curah hujan musiman dan tidak teratur

Hutan sabana dapat terbentuk di wilayah yang panas dengan curah hujan yang rendah atau curah hujan musiman. Kondisi ini berbeda dengan hutan lainnya, seperti hutan musim yang memiliki musim kemarau dan penghujan cederung seimbang. Jadi, jika di suatu wilayah negara memiliki curah hujan musiman, maka wilayah tersebut memiliki potensi adanya hutan sabana.

Hutan sabana yang berupa padang rumput luas dan berada di kawasan yang panas tidak membutuhkan curah hujan yang tinggi. Padang rumput sabana dapat terbentuk dengan sendirinya. Pertumbuhan padang rumput ini tidak membutuhkan terlalu banyak air, sehingga intensitas hujan yang cenderung sedikit dan tidak teratur.

3. Suhu udara cenderung panas

Salah satu ciri hutan hutan sabana adalah memiliki suhu udara yang cenderung panas. Suhu panas ini terjadi sepanjang tahun. Namun, meskipun bersuhu udara panas, hutan sabana tetap memiliki potensi hujan dengan intensitas 100 mm hingga 150 mm per tahun.

4. Berpotensi berubah menjadi hutan basah atau semak belukar

Hutan sabana dapat berubah menjadi hutan basah atau bahkan semak belukar jika curah hujan yang turun di wilayah tinggi sekali atau rendah sekali. Jika curah hujan berubah menjadi sangat rendah, maka kemungkinan akan berubah menjadi semak belukar. Namun, jika curah hujan berubah menjadi sangat tinggi, maka kemungkinan akan berubah menjadi hutan basah. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan dan kelestarian padang sabana tergantung dari curah hujan dalam intensitas tertentu.

5. Memiliki resapan air yang baik

Hutan sabana memiliki resapan air (porositas) dan pengairan (drainase) yang baik. Sehingga tanah pada daerah sabana memiliki kecenderungan tidak becek.

6. Menjadi habitat hidup hewan

Sama seperti hutan lainnya, padang rumput sabana juga menjadi habitat hewan-hewan hutan. Beberapa hewan yang tinggal di hutan sabana, yaitu macan tutul, zebra, gajah, jerapah, singa dan jenis hewan lainnya yang dapat tumbuh di padang rumput.

Manfaat Hutan Sabana

Hutan sabana memiliki beragam manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Berikut ini beberapa manfaat sabana, yakni :

1. Sebagai gudang penyimpanan cadangan air tanah

2. Menjadi habitat berbagai macam flora dan fauna

3. Menyeimbangkan alam

4. Mencegah bencana alam, contohnya tanah longsor atau erosi tanah

5. Sebagai sumber makanan bagi beragam jenis fauna

6. Bermanfaat untuk perekonomian warga sekitar dan pemerintah, karena dapat dijadikan tempat wisata.

7. Bernilai estetis sehingga dapat dijadikan sebagai spot foto yang indah dan bagus

8. Sebagai tempat atau bahan penelitian

9. Mengurangi emisi karbon dan gas rumah kaca.

Itulah informasi mengenai hutan sabana serta manfaatnya bagi lingkungan dan masyarakat. Sudah seharusnya kita sebagai manusia dapat melestarikan hutan sabana ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bioma Taiga | Pengertian, Ciri-Ciri dan Ekosistem

Taman Wisata Alam | Pengertian, Kriteria, dan Manfaat

Mengenal Hutan