Mengenal Lahan Gambut dan Fungsinya


Bumi memiliki berbagai jenis tanah yang masing-masing memiliki fungsinya tersendiri. Salah satunya adalah tanah gambut yang sangat penting bagi makhluk hidup. Pasalnya, lahan gambut juga berperan besar dalam menghadapi perubahan iklim.

Indonesia memiliki area gambut yang sangat luas dan harus dijaga kelestarian dan pemanfaatannya. Sayangnya, dalam beberapa waktu terakhir kita sering mendengar berita tentang kebakaran lahan gambut.

Setiap musim kemarau tiba, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kerap terjadi di Indonesia khususnya kawasan yang berada di lahan gambut.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai lahan gambut, simak artikel dibawah ini.

Pengertian Lahan Gambut

Lahan gambut merupakan lahan basah yang terbentuk dari material organik yang membusuk dan mengendap di dalam tanah selama ribuan tahun. Hal ini membuat produksi bahan organik menjadi lebih banyak dari proses pembusukan yang terjadi sehingga terjadi akumulasi bahan gambut.

Di daerah yang beriklim dingin, vegetasi yang ada pada area gambut umumnya adalah semak-semak dan lumut Sphagnum. Sedangkan di daerah yang beriklim hangat seperti Indonesia, vegetasi yang ditemukan adalah graminoid atau tanaman yang menyerupai rumput dan pepohonan berkayu.

Sebanyak 4,23 juta km atau 2,84% area di permukaan bumi merupakan area gambut. Area ini bisa digunakan untuk kepentingan ekonomi seperti pertanian, kehutanan, ekskavasi untuk menghasilkan energi dan panas, dan banyak lagi.

Proses Terbentuknya Lahan Gambut

Secara umum, gambut terbentuk ketika bagian-bagian tumbuhan berguguran tetapi mengalami pembusukan yang terhambat. Proses ini biasanya terjadi di daerah dengan kadar keasaman yang tinggi atau akibat pengaruh kondisi anaerob di sekitar perairan. Karena pembusukan yang terhambat itulah tanah gambut terbentuk dengan susunan berupa serpihan dan kepingan sisa tumbuhan, dedaunan, ranting, kayu, dan lain-lain. Tidak hanya itu saja, sisa-sisa bangkai binatang yang masih awet sering kali ditemukan di antara lapisan gambut karena terhambat proses pembusukan.

Lahan gambut terbentuk pertama kali sekitar tahun 9,600 sebelum Masehi. Gambut ini sebenarnya termasuk gambut pedalaman, tapi seiring dengan permukaan laut yang semakin meningkat, lama-kelamaan terbentuklah gambut di daerah sekitar sungai dan pantai. Gambut di daerah perairan ini memiliki kandungan mineral yang berasal dari sungai dan pantai.

Ketika lahan gambut terganggu atau mengering, karbon yang ada di dalam lapisannya akan terlepas ke udara dan menimbulkan emisi gas rumah tangga. Itulah mengapa lahan gambut tidak bisa diolah dengan sembarangan.

Fungsi Lahan Gambut

Berikut ini dijelaskan beberapa fungsi lahan gambut baik bagi kelestarian lingkungan.

• Habitat alami berbagai keanekaragaman hayati

Lahan gambut menjadi tempat tinggal dan berkembang biak berbagai jenis binatang dan tumbuhan. Beberapa jenis binatang yang tumbuh dengan baik di lahan ini antara lain adalah buaya sinyulong, beruang madu, macan Sumatra, tapir, beruang madu, angsa sayap putih, dan lain-lain. Selain itu, berbagai tanaman termasuk pulai, durian, jambuan, getah sundi, jelutung, pala, kayu hitam Sulawesi dan berbagai tanaman lainnya juga bisa ditemukan di sini.

• Menjaga lingkungan dari perubahan iklim

Dari area daratan yang begitu luas di seluruh dunia, hanya 3% yang merupakan wilayah gambut. Meski demikian, area tanah yang terbilang kecil ini memiliki kemampuan tinggi untuk menyerap karbon. Bahkan, lahan gambut mampu menyerap sebanyak 550 gigaton karbon atau sekitar 30% karbon yang berada di tanah di seluruh dunia.

Itulah mengapa pengolahan hutan gambut harus sangat hati-hati. Pasalnya, mengeringkan satu hektar hutan gambut di daerah tropis dapat mengeluarkan 55 metrik ton karbon dioksida setiap tahun atau setara dengan pembakaran lebih dari 6 ribu galon bensin.

• Mengurangi dampak buruk banjir dan kemarau

Lahan gambut memiliki daya serap yang sangat tinggi, bahkan mampu menampung air hingga sebanyak 450 sampai 850 persen dari bobot keringnya atau kurang lebih 90% dari volumenya. Tidak hanya itu saja, tanah gambut yang sudah terdekomposisi mampu menahan air antara 2 hingga 6 kali lipat berat keringnya.

Karena kemampuan itu, gambut bermanfaat besar dalam mengurangi dampak buruk banjir maupun kemarau. Lahan ini mampu menahan air dalam jumlah yang sangat besar sehingga mencegah banjir saat musim hujan, dan melepaskannya pada musim kemarau.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bioma Taiga | Pengertian, Ciri-Ciri dan Ekosistem

Taman Wisata Alam | Pengertian, Kriteria, dan Manfaat

Mengenal Hutan