Mengetahui Penyebab Kebakaran Hutan dan Dampaknya bagi Lingkungan



Di Indonesia, kebakaran hutan seakan sudah menjadi hal yang lumrah di dengar. Padahal, jika dilihat dari dampak yang ditimbulkan, banyak kerugian yang ditanggung oleh masyarakat setempat. Oleh sebab itu, penting untuk kita mengetahui penyebab kebakaran hutan agar dapat melakukan antisipasi lebih dini.
Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, rekapitulasi total luas kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia hingga 30 September 2020 mencapai 274.375,00 ha. Apabila pemicu kebaran hutan ini terus dibiarkan, makan hutan di Indonesia perlahan akan semakin habis dan bahkan tak bersisa.
Secara umum, ada dua penyebab terjadinya kebakaran hutan, yakni alam dan ulah manusia. Alam beresiko menyebabkan kebakaran hutan ketika di musim kemarau panjang dan gunung berapi erupsi. Sementara itu, kebakaran yang disebabkan oleh manusia bisa dipicu karena faktor keteledoran dan juga faktor ekonomi.

Dampak Kebakaran Hutan

Berikut dijelaskan beberapa penyebab kebakaran hutan, antara lain :

1. Petir

Petir merupakan penyebab kebakaran hutan yang terjadi secara alami. Sambaran petir biasanya lebih berdampak ketika musim kemarau ketika kondisi lahan vegetasi kering dan mudah tersulut api. Terkadang, petir juga menyebabkan kebakaran hutan di medan yang sulit dijangkau.
Seperti yang terjadi di California pada Agustus 2020, petir terus menyambar hampir 3 hari berturut-turut hingga menyebabkan kebakaran hebat. Tragedi kebakaran hutan ini tercatat sebagai kebakaran terbesar yang ada di California.

2. Kemarau

Musim kemarau yang panjang merupakan pemicu kebakaran hutan alami yang sulit dikendalikan. Kebakaran ini biasanya disebabkan oleh gesekan pohon atau daun kering. Gesekan yang terjadi bisa memercikkan api hingga menyebabkan kebakaran hutan. Kebakaran hutan karena musim kemarau yang panjang biasanya terjadi di lereng gunung.

3. Rokok

Merokok di area hutan bisa menjadi penyebab terjadinya kebakaran hutan. Kali ini bukan karena alam, melainkan ulah manusia. Risikonya akan semakin parah ketika vegetasi kering kerontang karena musim kemarau panjang.
Daun kering yang saling bergesekan saja bisa menyulut api, apalagi rokok. Maka dari itu, sebaiknya berhati-hati ketika sedang berada di hutan. Hindari membuang puntung rokok sembarangan demi kelestarian lingkungan.

4. Pembukaan Lahan

Kemungkinan terbesar terjadinya kebakaran hutan adalah karena perbuatan manusia. Seperti yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera, marak terjadi kebakaran hutan untuk pembukaan lahan sawit baru. Kebakaran yang terjadi tentu memiliki dampak bagi lingkungan tinggal masyarakat desa maupun perkotaan.
Kondisi tersebut juga mengancam kehidupan flora dan fauna yang ada dalam kawasan hutan tersebut. Tak hanya itu, berbagai masalah kesehatan seperti gangguan pernafasan menjadi ancaman penduduk sekitar.

5. Api Unggun

Berkemah di kawasan hutan memang kerap menjadi tempat paling nyaman dan membuat api unggun untuk menghangatkan diri. Namun sayangnya, banyak oknum yang salah mempraktikkan. Sisa api unggun yang tidak dimatikan dengan benar bisa menjadi pemicu terjadinya kebakaran hutan.

Dampak Kebakaran Hutan

• Terganggunya kehidupan satwa liar dan musnahnya tanaman baik. Kebakaran juga dapat menyebabkan banyak spesies endemik di suatu daerah terancam punah sebelum sempat dikenali.
• Berpotensi menyebabkan banjir selama beberapa minggu di saat musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau tiba.
• Menyebarnya emisi gas karbon dioksida ke atmosfer. Kebakaran dianggap sebagai ancaman potensial terhadap pembangunan berkelanjutan karena dampak langsungnya pada ekosistem, dampak pada keanekaragaman hayati , dan kontribusinya terhadap emisi karbon.
• Kondisi kekeringan juga akan mengurangi volume air waduk pada saat musim kemarau yang mengakibatkan terhentinya pembangkit listrik (PLTA) pada musim kemarau.
• Kekeringan yang ditimbulkan dapat menyebabkan terhambatnya jalur pengangkutan lewat sungai dan menyebabkan kelaparan di daerah-daerah terpencil.
• Meningkatnya jumlah penderita penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan kanker paru-paru. Polusi asap ini juga bisa menambah parah penyakit para penderita TBC atau asma.
• Asap yang ditimbulkan menyebabkan gangguan di berbagai segi kehidupan masyarakat. Aktivitas bisa lumpuh total akibat kebakaran hutan.
• Musnahnya bahan baku industri perkayuan. Ini bisa mengakibatkan perusahaan perkayuan terpaksa ditutup karena kurangnya bahan baku dan puluhan ribu pekerja menjadi kehilangan pekerjaan.
• Kerugian besar yang diderita akibat kebakaran hutan di Indonesia mengakibatkan degradasi hutan dan deforestasi menelan biaya sekitar 1.6 2.7 milyar US dollar dan biaya akibat pencemaran kabut sekitar 674 799 US dollar.
• Kebakaran hutan juga berpengaruh pada sarana transportasi yaitu berkurangnya batas pandang. Banyak pelabuhan udara yang ditutup pada saat pagi hari di musim kemarau karena jarak pandang yang terbatas bisa berbahaya bagi penerbangan. Sering terjadi kecelakaan tabrakan antar perahu di sungai-sungai, karena terbatasnya jarak pandang.
Nah, itulah tadi beberapa faktor penyebab terjadinya kebakaran hutan serta dampak yang ditimbulkannya. Sebagai generasi penerus, sudah sepantasnya kita menyadari akan pentingnya hutan serta turut melestarikannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bioma Taiga | Pengertian, Ciri-Ciri dan Ekosistem

Taman Wisata Alam | Pengertian, Kriteria, dan Manfaat

Mengenal Hutan