Wajib Tahu! 5 Cagar Alam Terbaik yang Ada di Indonesia


Cagar alam merupakan Kawasan konservasi yang sifatnya tidak komersial, sehingga tidak sembarang orang boleh memasuki Kawasan tersebut.

Di Indonesia, masih banyak orang yang kurang peduli dengan lingkungan sekitarnya. Mereka amsih sering memburu hewan langka, eksploitasi hutan, dan lainnya.

Kasus yang sedang hangat diperbincangkan adalah banyaknya orangutan yang diburu di hutan gambut Rawa Tripa, Aceh. Orangutan tersebut dianggap hama, padahal mereka hanya kelaparan dan kehilangan tempat tinggal.

Padahal, sebenarnya ada banyak sekali informasi seperti dari buku, internet, dan sebagainya tentang pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. Terlebih lagi, saat ini ada banyak sekali cagar alam atau taman nasional di Indonesia yang sudah sangat baik untuk dijadikan tempat wisata.

Tak kalah dengan tempat wisata kekinian lainnya, berikut lima tempat yang bisa kamu kunjungi supaya lebih mengenal mereka. Kamu juga akan merasa berkewajiban menjaga mereka dan habitatnya.

1. Cagar Alam Maninjau - Agam, Sumatera Barat

Bukan hanya orangutan, harimau juga kerap diburu karena dianggap menganggu ketenangan permukiman warga. Menurut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Resor Agam, hal itu dipicu karena adanya oknum yang mengganggu habitat dengan cara merusak hutan atau menangkapnya.

Di kawasan Agam Sumatera Barat sendiri, terdapat sebuah cagar alam yang menjadi berkumpulnya binatang buas dan bunga langka. Meski tak bisa melihat secara langsung, terdapat habitat beruang madu dan harimau Sumatera.

Desember lalu, terdapat bunga raflesia terbesar dengan diameter mencapai 107 cm tumbuh di sini. Salah satu daya tarik utama lainnya adalah dengan adanya Danau Maninjau seluas 99,5 kilometer.

2. Cagar Alam Waigeo Barat - Raja Ampat, Papua Barat

Banyak tempat indah di Raja Ampat yang menjadikannya sebagai destinasi impian para traveler. Bukan hanya pantai, ada juga cagar alam menawan di Waigeo Barat di Waisai, Papua Barat.

Untuk bisa kesana, kamu perlu menyewa speed boat seharga Rp 100 ribu per orang dengan waktu tempuh 2-3 jam. Di lahan seluas 95 ribu hektare ini, kamu bisa melihat pemandangan satwa langka seperti burung cenderawasih. Kondisi cagar alam ini didominasi hutan alami dan beberapa sungai kecil.

3. Cagar Alam Kawah Ijen - Banyuwangi, Jawa Timur

Luas wilayah wisata alam di Kawah Ijen hanya sekitar 93 hektare, sisanya digunakan cagar alam. Maka dari itu, menurut Sea Soldier Banyuwangi, Putri Agustin, kurang tepat rasanya jika Ijen dijadikan tempat wisata massal dengan banyak pembangunan di sekitarnya.

Disana kamu bisa menemukan elang Jawa dan beberapa tanaman langka yang dilindungi. Meski ada pro-kontra, wisata Gunung Ijen memang memesona dengan api biru dan kawah belerangnya.

4. Cagar Alam Anak Krakatau - Selat Sunda, Lampung

Tempat ini menjadi sejarah pilu meletusnya Gunung Krakatau pada 1883. Cagar ala mini juga dianggap sebagai laboratorium alam terbesar dengan luas 13 ribu hektar. Tentunya, daya tarik utama Kawasan ini adalah sensasi mendaki anak krakatau dengan pemandangan yang eksotis.

Selain itu, di Kawasan Cagar Alam Anak Krakatau ini juga terdapat 206 jenis jamur, 13 jenis lichenes, 61 tumbuhan paku, dan 257 jenis spermatophyta.

5. Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah

Kawasan suaka margasatwa seluas 415 ribu hektar ini terdiri atas kumpulan ekosistem asli, unik, dan degradasi dianggap UNESCO sebagai cagar biosfer. Tanjung Puting dikenal sebagai konservasi orangutan terbesar di dunia dengan populasi mencapai 40 ribu ekor.

Nah, itulah tadi lima kawasan Cagar Alam yang keberadaannya bisa dijadikan sebagai sarana pembelajaran. Dengan demikian, semakin banyak orang yang paham akan pentingnya menjaga lingkungan agar taka da lagi hewan langka yang mengalami kepunahan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bioma Taiga | Pengertian, Ciri-Ciri dan Ekosistem

Taman Wisata Alam | Pengertian, Kriteria, dan Manfaat

Mengenal Hutan