5 Cagar Biosfer Indonesia yang Diakui UNESCO


Kekayaan alam yang melimpah serta budaya yang beragam membuat banyak masyarakat dunia melirik Indonesia.  Harmoni antara masyarakat dan lingkungan sekitarnya menciptakan konservasi keanekaragaman hayati yang begitu mengagumkan, salah satunya adalah cagar biosfer.

Cagar biosfer adalah suatu kawasan ekosistem yang diakui dunia internasional. Kawasan ini menjadi bagian dari program kerja sama antara UNESCO dan Man and Biosphere (MAB) untuk mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan.

Program tersebut tentunya melibatkan peranan masyarakat lokal berdasarkan ilmu pengetahuan. Berikut ini beberapa cagar alam di Indonesia yang masuk dalam naungan UNESCO, antara lain:

1. Taman Nasional Komodo


Taman Nasional Pulau Komodo terdiri atas 3 pulau besar yaitu Komodo, Padar, dan Rinca, serta 26 pulau besar dan pulau kecil di sekitarnya. Kawasan ini resmi ditetapkan sebagai New 7 Wonders of Nature pada 2011.

Selain satwa khas komodo, terdapat rusa , babi hutan, penyu, kuda liar, lumba-lumba, paus dan duyung yang sering terlihat di perairan laut Taman Nasional Komodo.

2. Taka Bonerate-Kepulauan Selayar


Cagar biosfer ini berada di Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Taka Bonerate terdiri dari wilayah laut yang luas yang terdiri dari pulau-pulau kecil. Kawasan konservasi ini juga dihiasi dengan berbagai terumbu karang yang indah.

Di ;pinggir pantai terdapat hutan bakau yang berfungsi untuk menahan abrasi dari gelombang laut yang kuat. Hutan bakau ini juga selalu menjadi tempat berteduh dan bertelurnya berbagai jenis serta habitat beberapa burung.

3. Taman Nasional Siberut


Siberut merupakan rangkaian empat kepualaun Mentawai yang berapa di lepas pantai barat Sumatera. Kawasan ini merupakan tempat yang terisolasi dari daratan Sumatera selama kurang lebih 500.000 tahun, sehingga organisme yang hidup disana adalah hewan langka.

Lebih dari 65% mamalia serta 15% jenis tanaman di Siberut merupakan endemik langka yang menajdikan kawasan ini sebagai tempat unik di dunia. Spesies siamang, orang utan, monyet mentawai, serta monyet berhidung pesek  ekor babi hanya bisa dijumpai di cagar alam ini.

4. Giam Siak Kecil –Bukit Batu


Cagar biosfer yang satu ini terdiri dari kawasan gambut di Sumatera dengan produksi kayu berkelanjutan dengan dua lokasi suaka marga satwa. Giam Siak Kecil merupakan rumah bagi gajah sumatera, harimau sumatera, beruang madu, dan tapir.

Kawasan ini biasanya dijadikan untuk tempat penelitian meliputi pemantauan spesies unggulan serta studi mendalam tentang ekologi lahan gambut.

5. Betung Kerihun Danau Sentarum Kampuas Hulu


Berada di ujung timur Provinsi Kalimantan Barat, cagar biosfer ini terdiri dari dua taman nasional yakni Danau Sentarum dan Betung Kerihun. Kawasan konservasi ini merupakan hutan hujan tropis di dataran rendah dan pegunungan yang menjadi rumah bagi keanekaragaman flora dan fauna.

Demikianlah beberapa deretan cagar biosfer yang  berada di bawah naungan UNESCO. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan bagi seluruh pembaca.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bioma Taiga | Pengertian, Ciri-Ciri dan Ekosistem

Taman Wisata Alam | Pengertian, Kriteria, dan Manfaat

Mengenal Hutan