Pohon Pinus : Habitat, Sebaran, Manfaat, Budidaya/Pelestarian Hutan

Mengenal Pohon Pinus

Pinus dan Cemara merupakan pohon yang termasuk kedalam satu jenis yang sama, yaitu coniferous evergreen. coniferous evergreen adalah jenis pohon yang tumbuh membentuk kerucut dan memiliki daun berwarna hijau sepanjang tahun (tidak pernah mengikuti pergantian musim).

Namun pinus dan cemara tidak lah sama, karena berasal dari genus dan familia yang berbeda. Perbedaan akan sulit dibedakan jika tidak melihatnya secara langsung.

Di Indonesia  pohon pinus disebut juga pohon tusam. Pohon ini berasal dari famili yang sama dengan pohon fir dan pohon spruce, yaitu Pinaceae dengan genus pinus.

Pinus cocok tumbuh di daerah dataran tinggi. Pinus memiliki karakteristik batang yang retak-retak dan daun yang menyatu membentuk kumpulan jarum panjang. Daun pinus yang tumbuh berada pada dahan atau pada batang bagian tengah.

Habitat

Pohon Pinus umumnya tumbuh dan berkembang secara bergerombol. Kondisi tanah yang cocok unutk pinus, yaitu tanah asam, berpasir, dan memiliki serapan air yang baik. Kawasan hutan tersebut dapat ditemukan di daerah dataran tinggi yang bersuhu 18⁰ C  hingga -3⁰ C.

Pohon Pinus sangat mudah beradaptasi, bahkan terhadap perubahan cuaca ekstrim. Beberapa spesies pohon pinus dapat tumbuh setelah kebakaran hutan terjadi. Sedangkan pohon yang sudah dewasa dapat beregenerasi dengan cepat.

Akar pohon pinus adalah akar punggung dengan sistem perakaran yang dalam dan kuat sehingga cocok tumbuh di tanah dengan tekstur ringan hingga sedang. Selain itu, tingkat keasaman tanah atau pH tanah untuk habitat pinus juga beragaman, atau dengan kata lain tumbuh pinus mampu tumbuh pada tanah ber-pH asam maupun basa.

Tinggi rata-rata pohon pinus adalah 15- 45 m. Sebenarnya, pohon ini memiliki masa hidup yang sangat panjang, yaitu sekitar 100 - 1.000 tahun. Oleh karena itu tidak jarang ditemukan pohon pinus yang tumbuh sangat tinggi, hingga 80 meter.

Asal & Sebaran

Awalnya tumbuhan Pinus timbuh dikawasan Old World atau Dunia Lama, seperti Eropa, Mediterania, Asia hingga akhirnya menyebar ke kawasan lain yang disebut New  World atau Dunia Baru, yaitu Amerika Serikat, Kanada bagian timur dan barat, Meksiko bagian utara dan lainnya.

Di Indonesia memiliki satu spesies pinus asli yang berasal dari daerah Sumatera, tepatnya di daerah Sipirok, Tapanuli Selatan. Spesies pinus ini dikenal dengan nama Sumateran Pine atau merkusii jungh.

Pohon pinus dari Indonesia ini telah banyak dibudidayakan di daerah-daerah lain diluar Sematera. Selain itu, beberapa negara lain di Asia, seperti India, Filipina, Thailand, Myanmar, Kamboja, dan Vietnam juga membudidayakan jenis pinus merkusi dari indonesia.

Manfaat Pohon Pinus

Membudidayakan pohon pinus tergolong mudah, karena pohon pinus memiliki sifat agresif dan invasif sehingga sangat mudah tumbuh. Hal ini sangat menguntungkan bagi para pengusaha industri, karena hampir seluruh bagian pinus, seperti batang kayu, kulit, getah, dan daun memiliki manfaat ekonomis.

Manfaat pohon pinus antara lain :

1. Bahan Baku Furnitur : kayu pinus memiliki kualitas yang baik dan struktur serat kayu yang halus, sehingga mudah diolah dan dijadikan produk mebel.

2. Bahan Baku Kertas dan Alat Tulis : Sifat kayu pinus yang halus dengan tingkat kepadatan dan kerapatan yang rendah, membuat kayunya mudah dihancurkan dan diproses menjadi kertas dan pensil.

3. Bahan Baku dan Pelarut Industri : Getah pinus dapat dipanen untuk kemudian diolah menjadi    terpenting gondorukem. Proses pengolahan tersebut melalui tahap penyulingan dan distilasi, sehingga menghasilkan fraksi padat dan fraksi cair.

4. Bahan Baku Kerajinan dan Peralatan : sama halnya dengan furnitur, sejumlah barang kerajinan tangan, seperti miniatur mainan, akssoris, sumpit, dan korek api merupakan hasil dari kayu pinus.

5. Bahan pencampur Pupuk : Ekstrak daun pinus yang mengandung kalium dapat digunakan untuk bahan campuran pupul. Ekstrak daun pinus juga dapat diolah menjadi bioherbisida guna mengatasi pertumbuhan gulma yang berlebihan. 

6. Bahan Baku Peti Emas : Peri Emas yang sering digunakan unutk distribusi eksport import, biasanya menggunakan palet atau packing kayu yang terbuat dari kayu pinus.

Manfaat Untuk Kesehatan

Selain menjadi bahan produksi industri, pohon pinus juga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Meski tidak secara spesifik menyembuhkan penyakit tertentu, namun bagian dari pohon pinus sangat baik untuk proses terapi pengobatan dan menjaga kesehatan, seperti :

Sumber Vitamin C dan Antioksida

Pengobatan Gangguan Pernapasan

Pereda Nyeri Otot

Pereda Stres

Budidaya Pohon Pinus

Pohon Pinus merupakan pohon yang mudah untuk dibudidayakan. Membudidayakan pohon Pinus bisa dilakukan melalui 2 metode, yaitu dari bibit pinus dan bening nya.

Berikut cara penanaman pinus dengan menggunakan 2 metode, yaitu :

a. Menanam Bibit Pinus

1. Memilih bibit yang tepat dari jenis pinus yang disesuaikan dengan iklim dan ketinggian tanam.

2. Memilih tempat dan waktu yang tepat. Perlu diingat, bahwa diawal pertumbuhan pinus membutuhkan naungan dan air yang cukup agar tetap terhidrasi dan tidak rusak akibat panas matahari.

3. Lakukan penyiraman agar tanah disekitar tempat tumbuh lembab. Jangan memberikan air berlebihan, apabila akar pinus terendam maka pinus akan mati.

4. Tanam pohon pinus di sebelah barat, di tempat yang jauh dari matahari, bersuhu dingin, terlindungi dan pada area yang luas.

5. Perhatikan cuaca ketika melakukan penanaman, yaitu  tidak ditanam pada kondisi berangin, kering.

6. Penanaman dilakukan dengan menggali lubang yang lebih besar dan dalam.

7. Lepaskan polybag pada bibit pinus agar sistem akar pinus daat tumbuh dengan baik dan tidak  terhalang.

b. Menanam Benih Pinus

1. Pilihlah biji pinus yang telah matang, ditandai dengan benih berwarna cokelat atau keunguan.

2. Simpan benih selama 30 – 60 hari sebelum memindahkan wadah tanaman atau pot.

3. Pindahakan bibit pinus yang sudah tumbuh ke area tanah dan lapangan. Rata rata membutuhkan waktu sekitar setahun atau lebih.

4. Jika tidak ingin membeli benih, kita dapat mengumpulkan biji pinus dari pohon pinus yang dewasa atau memetiknya langsung dari ranting. Pilihlah biji pinus betina yang berukuran besar karena mengandung benih pinus.

5. area pengambilan benih pada biji dilakukan dengan cara menjemurkan dahulu biji pinus di tempat yang terpapar sinar matahari, agar biji menjadi kering dan terbuka sehingga benih langsung bisa diambil.

6. Benih yang diperoleh kemudian direndam di air selama 24 – 48 jam. Air yang untuk merendam harus diganti 12 jam sekali.

7. Setelah 48 jam, biji yang tenggelam merupakan biji yang dapat digunakan sebagai benih. 

8. Simpan benih pada kain lembab dan cek secara berskala apakah tunas telah tumbuh.

9. Letakkan benih yang bertunas pada pipa plastik untuk menanam pinus, kemudian isi dengan campuran 80 % kulit pohon pinus dan 20% gambut.

Pelestarian Hutan Pinus

Tentu keberadaan pohon pinus harus dilestarikan, beberapa daerah di Indonesia telah mengembangkan pelestarian pohon pinus dengan cara membuka wisata hutan pinus.

Keuntungan yang diperoleh dalam penjualan tiket wisata digunakan untuk membantu para pekerja dan warga sekitar yang ikut menjaga dan melestarikan pohon pinus. 

Terdapat beberapa daerah wisata pohon pinus yang ada di indonesia yang dapat kita kunjungi bersama keluarga atau teman, yaitu :

1. Pulau Jawa : Pasar Langlang Purwakarta- Jawa Barat

2. Pulau Jawa : Taman Wisata Alam, Gunung Pancar Bogor

3. Pulau Jawa : Puncak Becici, Desa Muntun Dligo

4. Pulau Jawa : Kragilan Top Selfie Magelang

5. Pulau Jawa : Hutan Pinus Samparona Baubau

Tak bosan-bosannya mengingatkan untuk selalu menjaga kebersihan, dan turut membantu melestarikan pohon pinus demi kemajuan alam bangsa sendiri.

Semoga Bermafaat..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bioma Taiga | Pengertian, Ciri-Ciri dan Ekosistem

Taman Wisata Alam | Pengertian, Kriteria, dan Manfaat

Mengenal Hutan